5 RAGAM TULISAN NON FIKSI, MUDAH DAN CEPAT

Menulis non fiksi
(Pict. source : freepik)

Jika kamu bukan anak seorang raja, juga bukan anak seorang ulama besar, maka menulislah.


Begitu pesan Imam Al Ghazali. Benar saja, sang imam yang anak seorang penenun bulu menjadi seorang ilmuan yang juga penulis terkenal. Karyanya fenomenalnya, Ihya Ulumuddin hingga sekarang masih menjadi referensi ilmiah dan terus di cetak ulang. Bahkan, bagi pembaca Petrichor Story yang muslim, Rasulallah menganjurkan untuk menulis, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadist "Ikatlah ilmu dengan tulisan". Hal ini menunjukkan betapa menulis adalah sebuah kegiatan yang sangat penting. Sebuah pengetahuan jika tidak dituliskan lama-kelamaan akan hilang, akan tetapi tulisan tak lekang oleh jaman seperti karya Imam Al Ghazali di atas.

Ada banyak jenis tulisan yang dikenal dalam dunia tulis menulis. Dari sekian banyak jenis tulisan tersebut dapat dikelompokkan dalam dua kelompok besar yaitu tulisan fiksi dan tulisan non fiksi. Menurut KBBI fiksi adalah cerita rekaan, kayalan, tidak berdasarkan kenyataa, pernyataan yang berdasarkan khayalan atau pikiran. Sedangkan Non Fiksi menurut KBBI adalah yang tidak berupa fiksi tapi berdasarkan fakta atau kenyataan. Dalam tulisan ini kita akan membahas mengenai karya tulisan non fiksi.

Kelas belajar menulis bersama om Jay tadi malam mendatangkan narasumber seorang Content Writer sekaligus editor handal. Ibu Siska Distiana, ibu dari dua orang anak berasal dari Klaten dan berdomisili di Bogor ini akan membagikan ilmu menganai ragam tulisan non fiksi. Yuk mari disimak uraiannya.

Pengertian Non Fiksi

Pengertian non fiksi berdasarkan KBBI telah di uraikan di atas. Menurut Nurdiyanto, karya non fiksi adalah karya sastra atau tulisan yang ditulis berdasarkan kajian keilmuan atau pengalaman. Sedangkan menurut bu Siska tulisan non fiksi adalah karya informatif dimana penulis bertanggung jawab penuh atas kebenaran atau akurasi informasi yang disajikannya. Mengapa bertanggung jawab penuh, karena sebagai penulisnya sudah seharusnya jika si penulis yang paling mengetahui tentang tulisannya.

Ragam Tulisan Non Fiksi

Ragam atau jenis tulisan non fiksi ini sebenarnya sangat banyak. Mulai dari buku teks, ensiklopedia, kamus, hingga buku-buku karya ilmiah. Tulisan-tulisan dengan konten "berat" membutuhkan waktu lebih untuk riset juga penyusunannya.

Di sini kita akan membahas ragam tulisan non fiksi yang penulisannya relatif mudah dan tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama dalam penulisannya. Tulisan non fiksi yang ringan bisa disusun menggunakan gaya bahasa populer sehingga lebih renyah untuk dibaca. Apa saja ragam tulisan non fiksi yang ringan ini, berikut ulasannya.

1. Berita

Berita menurut KBBI adaah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa hangat. Secara garis besar teknis penulisan berita ada dua macam yaitu Hard News dan Feature.

a. Hard News

Hard News adalah berita yang tidak bertele-tele. Dituliskan dengan cepat, lugas, singkat, langsung dan apa adanya. Hard news ini yang biasanya kita kenal sebagai "berita". Penulisan berita jenis hard news atau straight news memiliki pedoman-pedoman penulisan khusus, diantaranya adalah

  • Lengkap. Memenuhi informasi 5W + 1H. Who siapa, What apa, Where dimana, When kapan, Why mengapa dan How bagaimana suatu peristiwa tersebut terjadi.
  • Cepat dan aktual : berita yang disajikan adalah sebuah peristiwa yang benar-benar terjadi, hangat atau baru saja terjadi dan sedang menjadi pembicaraan orang. 
  • Akurasi Tinggi atau Faktual : sesuai dengan apa yang terjadi, mengandung kebenaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Contoh hard news : 1) Reportase kebakaran gedung bersejarah ; 2) Reportase : Mantan Presiden Indonesia ke-3, BJ. Habibie meninggal dunia.
b. Feature 

Bahasa mudah untuk menyebut feature adalah berita ringan. Biasanya dalam bentuk artikel kreatif atau artikel populer. Selain memberikan informasi, feature juga ditujukan untuk menghibur pembacanya. Sehingga gaya penulisannya pun lebih santai, terkadang dituliskan dengan cara bercerita.

Feature biasanya digunakan untuk melengkapi informasi berita utama. Bisa juga mengulas hal-hal yang kecil yang luput dalam hard news. Sifatnya lebih awet daripada hard news. Menulis berita feature tidak harus berpatokan pada ruus 5W+1H. Penulisannya pun dibuat semenarik mungkin agar orang mau membaca dari awal hingga akhir.

Contoh feature : 1) sejarah gedung yang terbakar atau cerita mistis di balik gedung bersejarah yang terbakar. ; 2) Mengenang BJ. Habibie : Insinyur Jenius Mantan Presiden RI ke-3.

2. Essay

Essay adalah karangan prosa yang membahas masalah sepintas lalu dari sudut pandang penulis. Essay lebih populer dengan sebutan opini. Penulis opini biasanya akan mengangkat satu topik kemudian membahasnya secara mendalam dan mendetail. Penulis boleh saja mengemukakan pendapat pribadinya yang biasanya juga didukung oleh data-data penelitian. Penulis essay juga bisa memberikan solusi atas permasalahan yang sedang dibahas.

Contoh opini yang pernah ditulis bu Siska : Stop jadi ortu egois !! 
Mampir juga ke tulisan saya beberapa tahun lalu di kompasiana gara-gara ikut blog competition dengan tema merencanakan pendidikan anak. Juga tulisan saya beberapa minggu yang lalu saat Harkitnas. Klik tulisan berwarna biru untuk bertandang.

3. Catatan Perjalanan

Catatan perjalanan biasanya menceritakan tentang proses sebuah perjalanan. Entah itu berupa deskripsi perjalanan mendetail seperti yang biasa ditulis para travel blogger ketika menulis itenerary perjalanan. Menceritakan kejadian-kejadian unik atau inspiratif yang ditemui dalam perjalanan. Mengulas budaya daerah yang sedang dikunjungi. Bahkan mengulas makanan-makanan khasnya pun bisa termasuk ke dalam catatan perjalanan.

Catatan perjalanan pun bukan harus berupa catatan jalan-jalan. Cerita mengenai perjalanan hidup, perjalanan karir pun termasuk ke dalam catatan perjalanan. Perjalanan hidup yang membawa hidup kita maju dan lebih baik, itupun catatan perjalanan.

Catatan perjalanan menurut saya adalah jenis tulisan yang sebenarnya relatif mudah untuk di tulis karena basisnya adalah pengalaman pribadi. Cara penulisannya pun tidak ada patokan bakunya, bisa menulis suka-suka. Masalah utamanya, kalau saya, adalah rasa malas untuk menuliskannya. Padahal kalau diingat-ingat sayang sekali jika sebuah perjalanan tidak dituliskan. Ketika sudah lewat masanya, sudah banyak yang lupa. Tulisan dapat menjadi dokumentasi paling oke untuk mengenang perjalanan kita.

Ini adalah beberapa contoh catatan perjalanan yang diberikan oleh bu Siska.
a. Tulisan jalan-jalan : Arigato Tokyo oleh Dewi Puspitasari
 b. Ulasan museum dan cerita sejarah : Mengintip sejarah budaya batak di TB Silalahi Center Balige Tobasa oleh Paulus Risang dalam hipwee. 

 Mampir juga ke tulisan saya mengenai pewarisan budaya tari saman dari suku Gayo di Kabupaten Gayo Lues. Saat itu saya berkesempatan satu tahun tinggal di Gayo Lues. Sepertinya tulisan ini masuk ke catatan perjalanan, walau tadinya maunya nulis feature. Negeri Seribu Bukit, Penjaga Gerbang Tradisi Kalau di petrichor story, catatan perjalanan saya beri tanda Life Story

 4. Artikel Informatif
Artikel informatif ini mirip-mirip dengan berita yang dituliskan dengan cara feature. Bahkan banyak laman membaca daring mencantumkan artikel informatif dengan tag artikel feature. Seperti namanya, artikel informatif ini benar-benar berisi informasi. Jenis artikel ini banyak ditulis di blog-blog. Bentuknya macam-macam, ada tutorial, ada review produk, manfaat sesuatu dan masih banyak lagi yang sifatnya informasi.

Misalnya, kita ingin membeli smartphone dan ingin tahu spesifikasinya, kelemahan dan juga keunggulannya. Jika kita mencari di google menggunakan kata kunci "spesifikasi smartphone A" akan banyak artikel yang memuat informasi yang kita butuhkan.

Berikut contoh artikel informatif yang saya ambil dari kompas.com mengenai review salah satu produk smartphone yang sedang digandrungi beberapa bulan ke belakang. Silakan klik di tulisan kompas.com berwarna biru. Dahulu sekali saya pernah menulis mengenai obat BB tradisional, sepertinya termasuk artikel informatif juga. Silakan mampir juga ya.

5. Karya Best Practice

Karya best practice ini lebih banyak terkenal di dunia pendidikan, walau sebenarnya saya sendiri baru tahu tentang best practice baru-baru ini gara-gara mengikuti kelas menulis ini. Kemana saja ya saya, mengikuti seminar dan kelas menulis ini seperti baru saja keluar dari goa. Baiklah, tulisan best practice ini bercerita mengenai pengalaman terbaik atas suatu permasalahan. Bisa jadi lesson study bahkan bisa digunakan sebagai masukan kepada pemeritah jika bisa dikemas dengan baik dan mendapat jalan yang sesuai.

Sayangnya, karya best practice ini lebih sering dituliskan dalam bentuk tulisan ilmiah sehingga kurang nyaman untuk dinikmati. Karya best practice ini sangat bisa dijadikan artikel feature agar lebih renyah untuk dibaca. Bahkan bisa juga dijadikan buku, seperti yang pernah saya bahas dalam tulisan saya Trik Menerbitkan Buku dari PTK sebuah tips dari ibu Heti yang juga seorang editor.

Nah, itu tadi lima jenis atau ragam tulisan non fiksi yang bisa dengan mudah dan cepat kita tulis. Kelimanya adalah sebuah jenis tulisan yang dapat kita tulis berdasarkan pengalaman kita sendiri. Jadi tunggu apa lagi, yuk menulis. Pembaca petrichor story mau nulis apa duluan ni?

#salamliterasi

Magelang, 21 Juni 2020
Ratna Dhevi F.

Share:

5 komentar